Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Global Food Partners dan Aeres University of Applied Sciences Belanda Membangun Cage-free Innovation and Welfare Hub di Indonesia. Pusat Pelatihan International dan Peternakan Model untuk produksi dan manajemen telur merupakan yang pertama di Indonesia dan Asia Tenggara.

 

Wakil Rektor UGM Bidang Sumber Daya Manusia dan Aset, Prof. Dr. Ir. Bambang Agus Kironoto mengungkapkan, dengan pembangunan pusat pelatihan internasional dan peternakan model untuk produksi dan manajemen telur cage-free, Fakultas Peternakan diharapkan menjadi pionir dalam menghasilkan telur yang betul-betul berkualitas.

 

“Karena memang di supermarket banyak penawaran telur dengan omega tinggi tapi harganya terlalu mahal,” ujarnya.

 

Oleh karena itu, Bambang berharap telur-telur yang dihasilkan nantinya tidak terlalu mahal sehingga terjangkau oleh pembeli. Sebab, jika terlalu mahal maka menjadikan masyarakat tidak turut bahagia.

 

Sebagai trend setter perguruan tinggi dalam bidang peternakan, Fakultas Peternakan UGM dinilai cepat merespon isu yang ada di masyarakat. Secara cepat pula menjalin kerja sama dengan Global Food Partners dan Aeres University of Applied Sciences Belanda dalam rangka mengembangkan Pusat Pelatihan Kandang Umbaran untuk ayam agar menghasilkan telur yang bahagia.

 

“Kita bersyukur proyek ini sebagai yang pertama di Indonesia dan Asia Tenggara. Terima kasih kepada Pak Dekan dan Prof. Ali Agus yang berhasil menarik Global Food Partners melirik UGM dan membangun proyek ini. Jika ini nanti berhasil, tidak menutup kemungkinan untuk dikembangkan di PIAT UGM dengan kapasitas yang jauh lebih besar,” ungkapnya.

 

Dekan Fakultas Peternakan UGM, Prof. Ir. Budi Guntoro, SPt, MSi, PhD, IPU, ASEAN.Eng, menyampaikan pembangunan proyek ini sesungguhnya sudah dirintis sejak setahun lalu. Namun karena pandemi global, proyek ini pun terhenti. Oleh sebab itu, ia merasa bersyukur kepada pihak universitas dan fakultas dalam merespons proyek ini agar tidak beralih ke negara atau perguruan tinggi lainnya.

 

Sebagai produsen telur terbesar ke-7 di dunia, peternak Indonesia mencari dukungan produksi telur cage-free agar tetap kompetitif dalam memenuhi permintaan telur cage-free yang terus meningkat di Indonesia dan Asia. Survei penilaian kebutuhan produsen GFP baru-baru ini menemukan bahwa produsen telur di Indonesia membutuhkan dukungan dari para ahli tentang bagaimana transisi dari sistem kandang konvensional ke produksi bebas kandang, dengan tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi.

 

“Pusat Pelatihan ini memungkinkan produsen telur mencapai kesuksesan, keberlanjutan, dan keuntungan jangka panjang dalam produksi telur bebas kandang baterai,” ungkapnya.

 

Ia menjelaskan, Fakultas Peternakan UGM menunjukkan kepedulian dan minat yang kuat untuk menerapkan kesejahteraan hewan melalui program pembelajaran dan penelitian. Sebagai tindak lanjut dari penandatanganan kerja sama antara Global Food Partners (GFP), UGM, dan Aeres pada tahun 2021, dibangun Pusat Inovasi dan Kesejahteraan Bebas Kandang Baterai di Kalijeruk, Yogyakarta.

 

Jayasimha Nuggehali selaku Co-Founder and Chief Operating Officer Global Food Partners menyatakan, pusat pelatihan ini akan mempertemukan produsen telur dan pemangku kepentingan industri lainnya untuk meningkatkan keberlanjutan jangka panjang dan daya saing industri telur di Indonesia dan di seluruh Asia. Di tempat ini akan diberikan praktik terbaik dalam manajemen dan produksi bebas kandang baterai, menjadi model peternakan bagi produsen bebas kandang, dan sebagai pusat penelitian dan pengembangan.

 

Peletakkan batu pertama dimulainya pembangunan Gedung Internasional Training Center for Cage Free Farm Model berlangsung pada hari Selasa (7/6) di Desa Kalijeruk, Sleman Yogyakarta.

 

Peletakkan batu pertama dilakukan oleh Wakil Rektor UGM Bidang Sumber Daya Manusia dan Aset, Prof. Dr. Ir. Bambang Agus Kironoto bersama Dekan Fakultas Peternakan UGM, Prof. Ir. Budi Guntoro, Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, Ir. Suparmono, MM, Co-Founder and Chief Operating Officer Global Food Partners, Jayasimha Nuggehali, dan Prof. Dr. Ir Ali Agus, DEA, IPU, ASEAN.Eng, dan Direktur Perencanaan UGM, Muhammad Sulaiman, ST, MT, DEng.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here