Sobat AgriVisi, PT Dharma Satya Nusantara, Tbk (DSNG) melanjutkan kinerja yang positif pada kuartal I tahun 2023 dengan membukukan penjualan sebesar Rp2,1 triliun. Nilai tersebut naik 26% dibandingkan periode yang sama tahun 2022 seiring dengan peningkatan produksi dan kenaikan harga rata-rata minyak sawit mentah (crude palm oil, CPO) perseroan.

DSNG berdiri pada 29 September 1980 dengan bidang kerja meliputi industri kelapa sawit dan produk kayu. Saat ini perseroan memiliki perkebunan kelapa sawit dengan lahan tertanam sebanyak 112,5 ribu hektar dan 12 pabrik kelapa sawit dengan kapasitas 675 ton per jam, yang mengolah tandan buah segar (TBS) menjadi CPO.

Sedangkan di segmen usaha produk kayu, perseroan memiliki 2 pabrik pengolahan kayu di Jawa Tengah dengan kapasitas produksi sebesar 150 ribu m2 engineered flooring dan 12 ribu m3 panel.

Segmen kelapa sawit masih memberikan kontribusi paling besar bagi perusahaan, yakni 88% dari total penjualan konsolidasi, dengan penjualan kelapa sawit pada kuartal I 2023 sebesar Rp 1,8 triliun atau naik 46% dibandingkan periode yang sama tahun 2022.

Andrianto Oetomo, Direktur Utama DSNG mengatakan, kinerja peningkatan finansial DSNG pada kuartal I 2023 masih ditopang oleh kenaikan volume penjualan CPO yang diiringi juga dengan kenaikan harga penjualan CPO.

“Pada kuartal I DSNG, produksi TBS kebun inti maupun plasma mengalami peningkatan yang cukup signifikan, dengan produktivitas tonase per hektar yang kembali seperti sebelum kejadian el Nino dua tahun lalu,” ujarnya ketika menjelaskan pencapaian kinerja DSNG pada kuartal I 2023.

Produktivitas TBS DSNG meningkat 28% menjadi sebesar 528 ribu ton di kuartal I 2023. Sementara, produksi CPO pada periode yang sama juga naik 42% menjadi sebesar 152 ribu ton.

Selain itu, ungkap Andrianto Oetomo, ketatnya pasokan CPO secara global dan naiknya harga minyak nabati dunia di awal tahun 2023 menyusul belum jelasnya akhir perang Rusia dan Ukraina ikut mendorong peningkatan harga rata-rata CPO perseroan pada tiga bulan pertama tahun ini.

Harga CPO DSNG di kuartal I 2023 naik sebesar 13% menjadi Rp12,0 juta per ton dibandingkan kuartal I 2022 sebesar Rp10,6 juta per ton. Bahkan, lebih tinggi dibandingkan ASP CPO DSNG pada kuartal IV 2022 yang mencapai Rp11,4 juta per ton.

Meskipun penjualan DSNG naik cukup signifikan, pada kuartal I 2023, DSNG hanya membukukan laba sebesar Rp 215 miliar atau naik 3% ketimbang periode yang sama tahun lalu, terutama karena naiknya beban biaya pupuk serta pembelian buah TBS dari eksternal yang jauh lebih besar daripada tahun sebelumnya, di mana marginnya lebih rendah dibandingkan margin dari hasil proses buah inti.

“Selain itu, curah hujan yang tinggi di awal tahun ini juga berpengaruh terhadap tingkat ekstraksi minyak sawit yang lebih rendah dibandingkan tahun lalu, sehingga ikut berdampak pada produksi CPO,” pungkas Andrianto Oetomo.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here