loader image

Gaduh gula kosong dan harga sangat tinggi saat lebaran tidak lagi terjadi. Pasalnya, ketersediaan gula konsumsi nasional jelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H atau per 30 April 2021 mencapai 717.447 ton.

Menurut Antarjo Dikin, Seskretaris Ditjen Perkebunan, Kementerian Pertanian, pasokan gula ini cukup untuk memenuhi kebutuhan gula konsumsi selama 3 bulan. “Kebutuhan gula (konsumsi) per bulan sebanyak 229.478 ton,” katanya di Jakarta (17/5).

Apalagi, sambungnya, tebu akan memasuki musim giling pada Juni-Juli. “Tidak perlu khawatir dengan keberadaan gula,” tegas Antarjo.

Antarjo Dikin, kebutuhan gula konsumsi 229.478 ton per bulan.

Harga Stabil 

Ketersediaan pasokan ini membuat harga gula relatif stabil. Rata-rata harga gula pasir lokal (gula kristal putih, GKP) periode 5 April – 11 Mei 2021 sebesar Rp13.350/kg. Harga ini sedikit lebih tinggi dari HET (Harga Eceran Tertinggi) yang ditetapkan pemerintah, yaitu Rp12.500/kg.

Harga gula pasir terendah sebesar Rp13.350/kg pada 5 April – 3 Mei. Sedangkan, harga tertinggi mencapai Rp13.400/kg pada 4 – 10 Mei. Kemudian, harga kembali turun ke angka Rp13.350/kg.

Sementara itu, perkembangan harga gula pasir lokal secara year on year (yoy) menunjukkan penurunan hingga Rp4.000/kg. Harga gula menembus Rp17.400/kg pada Mei 2020 dan stabil melandai menyentuh Rp13.400/kg di Mei tahun ini.

Antarjo mengungkap, penurunan harga ini karena stok gula mencukupi dan gula yang telah digiling akan masuk ke pasar. Pun masalah sebaran gula, sambungnya, beberapa wilayah defisit gula seperti Aceh, Sumatera Barat, dan Jambi, akan terpenuhi kebutuhannya dari Lampung sedangkan Papua disuplai dari Sulawesi.

Harga gula pasir stabil sepanjang lebaran 2021.

Aman Sepanjang Tahun

Menurut Antarjo, perkiraan produksi GKP dalam negeri pada Juni 2021 sebanyak 341.033 ton, Juli 404.327 ton, dan Agustus 552.601 ton. “Bulan Juni dipastikan tidak ada impor lagi (gula mentah untuk produksi GKP),” ucapnya.

Produksi GKP mulai turun di September hingga Desember. Pada September, produksi sebanyak 417.660 ton, Oktober 259.971, dan November 125.869 ton. Puncak produksi gula ada di Agustus.

Meski begitu, pemerintah menjamin ketersediaan gula sepanjang tahun 2021 aman. Kelebihan produksi GKP di Juni hingga Agustus akan digeser untuk stok kebutuhan di November – Desember.

“Tahun 2021 sampai Desember, masih surplus stok GKP sebanyak 990.191 ton. Tahun baru ini (2022) kondisi tenang,” tandasnya.

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here