loader image
Home Blog

Siap Ekspor ke Singapura, Unggas Indonesia Masuki Proses Audit

0
Nasrullah (kanan) melakukan Closing Meeting Audit Country Level Singapore Food Agency - Kementerian Pertanian

Indonesia siap mengekspor unggas dan produknya ke Singapura. Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian, Nasrullah pada acara Closing Meeting Audit Country Level Singapore Food Agency (SFA) yang dilaksanakan di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Kamis (23/06).

 

Nasrullah menjelaskan, Indonesia saat ini telah mengekspor berbagai produk unggas seperti telur ayam tetas (Hatching Egg), Day Old Chicken (DOC), Karkas dan produk olahan ayam ke beberapa negara seperti Jepang, Myanmar, PNG, Qatar, Filipina, Uni Emirat Arab dan Timor Leste.

 

“Proses pembukaan akses pasar produk unggas dari Indonesia ke Singapura sudah dimulai sejak 2018 dan sudah memberikan hasil yang baik, seperti produk telur asin yang sudah mampu menembus pasar ekspor Singapura,” ungkap Nasrullah.

 

Nasrullah menyebutkan, pasokan kebutuhan domestik juga tetap aman dengan adanya ekspor ini. Dari angka ketersediaan dan kebutuhan domestik pada tahun 2022 terdapat surplus yang dapat dialokasikan untuk kebutuhan cadangan nasional maupun ekspor ke Singapura dan negara-negara lainnya.

 

Singapura merupakan sebuah negara yang memiliki standar keamanan pangan yang tinggi, sebagai bentuk perlindungan terhadap masyarakatnya sebagai konsumen. “Kami siap memberikan jaminan bebas penyakit Avian Influenza (AI) berdasarkan penerapan sistem kompartemen unit usaha unggas,” imbuhnya.

 

Tim SFA selama proses audit telah memperoleh gambaran tentang manajemen produksi unggas di Indonesia. Rangkaian proses Audit Country Level telah dilaksanakan mulai dari tanggal 20 sampai dengan 23 Juni 2022. Lokasi yang menjadi tujuan dari Tim Audit merupakan representasi Indonesia terhadap proses pengawasan dari pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal PKH, proses karantina di pintu pengeluaran Tanjung Priok, proses pengujian dan surveillance di Laboratorium Nasional seperti BPMSPH dan Balai Veteriner, serta jaminan proses produksi di farm komersil dengan kompartemen bebas AI.

 

“Sampai dengan saat ini Indonesia memiliki 176 unit kompartemen bebas AI dari berbagai farm baik layer maupun broiler, dari jumlah tersebut yang nantinya akan bisa memasok livebird ke Singapura,” imbuhnya.

 

Sebagai informasi Tim SFA telah melakukan audit on site revie ke 2 (dua) unit usaha perunggasan, yaitu PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (PT CPI) dan Japfa Comfeed Indonesia Tbk. Perusahaan tersebut merupakan perusahaan awal yang diaudit saat ini karena sudah siap secara teknis dan persyaratan administrasinya pun sudah lengkap.

 

Senior Director Joint Operations Division Singapore Food Agency, Dr. Abdul Jalil Abdul Kadir menyampaikan apresiasinya kepada PT. Charoen Phokpand Indonesia (CPI) dan PT Japfa Comfeed Indonesia (Japfa) sebagai dua perusahaan yang telah diaudit karena telah memenuhi kelengkapan data yang diminta oleh SFA.

 

Saat ini komoditas unggas Indonesia sudah mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri dengan rencana produksi tahun 2022 mencapai 3.884.799 ton untuk daging ayam dan 5.925.386 ton untuk telur. Menurut Nasrullah, kondisi surplus ini menjadi modal bagi Indonesia untuk mempromosikan produknya ke luar negeri, terutama dengan jaminan Kesehatan hewan dan jaminan pangan sesuai standar Internasional.

 

Sejauh ini Indonesia dan Singapura telah mencapai kesepakatan dalam upaya pemenuhan terhadap semua persyaratan kesehatan hewan (veterinary condition) yang nantinya akan dituangkan dalam Sertifikat Veteriner sebagai persyaratan ekspor ke Singapura. Hal tersebut untuk memastikan jaminan Kesehatan Hewan dan Keamanan Pangan pada setiap produk yang akan diekspor.

 

Peningkatan Kualitas, Kurangi Ketergantungan Kedelai Impor

0
Kenaikan harga kedelai dunia dipicu permintaan kedelai dari China – istockphoto.com

Kebutuhan kedelai sebagai bahan baku untuk produksi tempe dan tahu setiap tahunnya semakin bertambah. Karena itu, pemenuhan kedelai secara mandiri sangat diperlukan bagi ketahanan pangan nasional.

 

Peningkatan produksi kedelai memang tidak mudah untuk dilakukan. Pasalnya, kedelai masih diposisikan sebagai tanaman penyelang atau selingan bagi tanaman utama seperti padi, jagung, tebu, tembakau, dan bawang merah.

 

Untuk melepaskan Ketergantungan kedelai impor, Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong para petani meningkatkan kualitas dan produktivitas. Menurut Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL), konsumsi kedelai impor cukup tinggi karena harganya jauh lebih murah dibandingkan kedelai lokal.

 

Saat ini kenaikan harga kedelai terjadi secara global sehingga menimbulkan kendala di pasar lokal.

 

“Masyarakat kita rata-rata pemakan tahu tempe jadi kedelai ini tidak boleh bersoal. Kita segera lakukan langkah konkret sebagai upaya menstabilkan harga dulu. Mudah-mudahan harga stabil bukan hanya di Jakarta namun di Jawa, serta daerah lain juga,” jelas Mentan SYL.

 

Ia pun mendorong perajin tahu tempe untuk menggunakan kedelai lokal pasalnya kualitas lebih bagus daripada kedelai impor.

 

“Kami siapkan pasokan kedelai lokal, produksi kita genjot. Kedelai kita pendek-pendek, manis, dan disukai masyarakat sehingga ke depan dorong budidayanya. Sesuai arahan Presiden Jokowi, hal ini untuk penuhi kebutuhan pengrajin tahu tempe. Kita carikan jalan keluarnya agar harga tahu tempe dengan kedelai lokal harganya terjangkau,” tuturnya.

 

Menurut Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi, diversifikasi pangan lokal sangat dibutuhkan. Utamanya untuk meningkatkan eksistensi produksi dengan buat organik.

 

“Harga kedelai bagus, ayo tanam kedelai segera” ujar Dedi memberi semangat para petani kedelai pada acara Mentan Sapa Petani dan Penyuluh Pertanian (MSPP) volume 09 “Prospek Tanam Kedelai”, Jumat (11/03/2022).

 

Saat ini, tambahnya, Kementan terus mendorong peningkatan kualitas produksi kedelai.

 

Suwandi, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan mengatakan, akselerasi tanaman kedelai untuk petani yang existing, perbenihannya terus ditingkatkan.

 

“Diperlukan pengenalan daerah baru yang dulu pernah ikut program tanam tumpang sari, metuk dengan tanam jagung dan tanam kedelai,” jelas Suwandi.

 

Narasumber lainnya, Hugo Siswaya, Sekjen Gakoptindo mengungkap, stok kedelai berada pada petani, kelompok tani, pengepul atau bandar. Namun, harga kedelai lokal sangat bergantung pada perkembangan harga impor.

 

“Gakoptindo siap menjadi off taker atau pembeli kedelai hasil produksi petani,” jelas Hugo.

 

Hugo menambahkan, saat ini posisi Gakoptindo dan Primkopti berada pada level dan penyalur kecil. Sehingga, sangat tidak mungkin mampu mempengaruhi harga kedelai.

 

Niken, mewakili Kementerian Perdagangan menjelaskan, kenaikan harga kedelai karena inflasi. “Kenaikan harga kedelai dapat dimanfaatkan sebagai momentum untuk meningkatkan produksi lokal,” terangnya.

 

Ia menjelaskan, faktor yang mempengaruhi perhitungan harga kedelai di tingkat pengecer di antaranya harga kedelai internasional, harga di tingkat importir, dan harga di tingkat pengrajin.

BULOG Meningkatkan Fasilitas Teknologi Pangan Lewat RTR

0

Untuk menjamin ketersediaan pangan, khususnya beras, Perum BULOG memanfaatkan teknologi RTR. Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengunjungi kompleks pergudangan modern Perum BULOG di kawasan Kepala Gading, Jakarta, Jumat (11/3) dan memuji upaya peningkatan fasilitas teknologi pangan yang dimiliki lembaga pengelola pangan tersebut.

“Dengan dilengkapinya gudang-gudang pangan Perum BULOG dengan mesin RTR atau rice to rice ini, maka kemampuan pengelolaan kualitas pangan pemerintah juga semakin baik dan upaya menjamin ketersediaan pangan dalam jangka waktu yang panjang juga sudah bisa kita penuhi,” kata Ma’ruf Amin usai melihat fasilitas dan teknologi RTR.

Wapres yang berkunjung secara mendadak itu mendapat penjelasan langsung dari Direktur Utama Perum BULOG Budi Waseso yang memberikan keterangan secara detail tentang manfaat dan keunggulan Perum BULOG dengan memiliki mesin-mesin RTR yang tersebar di daerah-daerah yang menjadi sentra produksi beras, seperti di Pulau Jawa, Nusa Tenggara Barat, Lampung, dan Sulawesi Selatan.

Wakil Presiden mengapresiasi upaya perum BULOG mendatangkan teknologi mesin rice to rice ini sehingga memastikan tidak saja ketersediaan, kualitas berasnya menjadi semakin baik.

 

Di samping itu, Wapres juga memastikan kecukupan stok daging menjelang Puasa dan Idul Fitri betul-betul terjamin. Kalau ketersediaan beras dan daging aman, maka masyarakat tidak perlu khawatir,” katanya.

 

“Kita sudah lihat sendiri saat ini bagaimana Perum BULOG mampu menyediakan kebutuhan pokok khususnya beras dan daging yang ditugaskan pemerintah dalam jumlah yang cukup atau aman. Stok pangan ini juga tersedia merata di semua unit Gudang BULOG di seluruh Indonesia,” kata Ma’ruf.

Budi Waseso atau Buwas menjelaskan, sejak diberlakukannya upaya modernisasi, BULOG mulai tahun 2020 dan penempatannya ditujukan di daerah-daerah yang menjadi sentra produksi beras. Sehingga, kualitas beras Perum BULOG sudah dapat dijamin.

 

Selain itu, penyaluran pada situasi darurat atau untuk mengatasi kebutuhan lonjakan permintaan beras dan pangan lainnya bisa terlaksana dengan cepat.

 

“Kami sudah mempersiapkan dengan sebaik mungkin positioning Perum BULOG dari beberapa tahun sebelumnya sehingga saat ini BULOG sudah sangat siap menjalankan tugasnya sebagai Operator Utama guna menjalankan penugasan dari Badan Pangan Nasional,” tandasnya.

Pengembangan Budidaya Kakap Putih di Kepulauan Meranti

0

Tahun 2022 Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan 130 kampung budidaya berbasis kearifan lokal. Salah satunya, di Kabupaten Kepulauan Meranti sebagai kampung perikanan budidaya kakap putih. Tepatnya di Desa Sialang Pasung, Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau.

 

Menurut Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Tb Haeru Rahayu, Kepulauan Meranti menjadi salah satu wilayah yang berpotensi untuk membudidayakan ikan laut. Potensi luas lautnya untuk budidaya perikanan sebesar 1.350 hektar dengan kualitas air yang cocok untuk budidaya komoditas kakap putih.

 

“Kabupaten Kepulauan Meranti memiliki salinitas atau kadar garam yang terlarut dalam air berada di angka 24-25 ppt dan itu merupakan perairan yang cocok untuk habitat kakap putih,” ujar Tebe, panggilan akrabnya.

 

Selain perairan yang baik, pembudidaya juga didukung dengan pakan murah. Di Kepulauan Meranti, ikan rucah untuk pakan kakap putih hanya dibanderol Rp1.500-Rp2.000 per kg.

 

Jika nilai konversi pakan (FCR) 7 – 8, kata Dirjen, kebutuhan pakannya tidak sampai Rp20 ribu. Dan itu artinya sangat murah.

 

“Dengan harga jual mencapai Rp60 ribu sampai Rp70 ribu per kg, saya kira margin yang akan didapat para pembudidaya sangat besar. Dan saya kira ini sangat layak sekali untuk dikembangkan,” urainya.

 

Terbukti, dengan keberhasilan pembudidaya ikan kakap putih binaan Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam yang telah melakukan panen kakap putih sebanyak 20 ton pada awal Maret lalu.

 

Kepulauan Meranti menjadi kawasan yang tepat untuk mengembangkan kakap putih sebab lokasinya strategis. Kabupaten ini menjadi daerah persinggahan dari Riau daratan ke Riau lautan (kepulauan) sehingga kawasan tersebut menjadi lokasi transit bagi masyarakat.

 

Selain itu, Kepulauan Meranti dekat dengan negara tetangga, Malaysia dan Singapura sehingga menjadi nilai tambah. Kedua negara tersebut merupakan negara tujuan ekspor ikan Indonesia.

 

“Hal tersebut tentu tidak lepas dari program BPBL Batam dalam melakukan pendampingan dan pembinaan serta kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha,” tukas Tebe.

 

BPBL Batam telah membangun kerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kepulauan Meranti dan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Riau sejak 2019.

 

Melalui program Sekawan Logik yang dikembangkan BPBL Batam, menjadi solusi guna memenuhi ketersediaan benih bermutu bagi pembudidaya ikan di sentra produksi dengan harga terjangkau serta mengatasi mahalnya ongkos kirim karena jauhnya lokasi sentra pembenihan dengan produksi pembesaran.

 

“Saya berharap melalui Sekawan Logik, BPBL Batam mampu mendorong tercipta sistem logistik benih yang efektif dan efisien,” tambah Tebe.

 

Potensi budidaya kakap putih di Kepulauan Meranti memang bukan isapan jempol. Pembudidaya yang sukses memanen kakap putih mengaku sangat bermanfaat. Bahkan, hasilnya bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari hingga menyekolahkan anak.

 

Ketua Pokdakan Sekayuh, Mahzumi mengatakan, dengan program Sekawan Logik dan didukung pakan yang melimpah serta air yang cocok untuk pertumbuhan ikan kakap putih, optimis kampung perikanan budidaya di wilayahnya bisa berjalan dengan baik dan mampu meningkatkan taraf ekonomi masyarakat.

 

BET Cipelang Raih Penghargaan Pelayanan Publik Kategori Sangat Baik

0

Balai Embrio Ternak (BET) Cipelang, Bogor, Jawa Barat meraih prestasi sebagai “Unit Penyelenggara Pelayanan Publik Kategori Sangat Baik” lingkup kementerian/lembaga tahun 2021. Penghargaan ini dibuat oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB).

 

“Tentunya ini menjadi suatu kebanggaan buat kami karena UPT Kementan (Kementerian Pertanian) telah meraih penghargaan pelayanan publik dengan kategori sangat baik. Hal ini tentunya menjadi motivasi buat kami semua untuk terus meningkatkan pelayanan prima buat masyarakat,” ungkap Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL), Jumat (11/03/2022).

 

Pelaksanaan evaluasi penyelenggaraan pelayanan publik ini merupakan amanat Undang-undang No. 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. Lokus evaluasi pelayanan publik meliputi Unit Pelayanan Publik (UPP) tingkat kementerian/lembaga sebanyak 84 UPP, tingkat provinsi sebanyak 34 UPP, dan tingkat kabupaten/kota sebanyak 514 UPP.

 

Penghargaan untuk BET Cipelang disampaikan oleh MenPANRB, Tjahjo Kumolo pada acara Penyampaian Hasil Evaluasi dan Penghargaan Pelayanan Publik di Lingkup Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah yang disampaikan pada Selasa (08/03) secara online.

 

“Saya berharap penghargaan ini dapat menjadi motivasi bagi BET Cipelang beserta UPT-UPT lingkup Kementan lainnya agar senantiasa memberikan pelayanan yang prima dan profesional bagi masyarakat,” ujar SYL.

 

Pada kesempatan yang sama, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), Nasrullah menyampaikan, tahun 2021 BET Cipelang menjadi UPT Ditjen PKH mewakili Kementan menjadi lokus evaluasi pelayanan publik.

 

Kepala BET Cipelang, Oloan Parlindungan menyampaikan, pelaksanaan evaluasi kinerja penyelenggaraan pelayanan publik dilakukan pada Agustus – November 2021. Pandemi Covid-19 menjadikan pelaksanaan evaluasi penyelenggaraan pelayanan publik dilaksanakan secara online.  Sementara, pengamatan langsung dilakukan pada saat desk evaluation.

 

Ada 6 aspek yang menjadi poin penilaian. Yakni, Kebijakan Pelayanan, Profesionalisme Sumber Daya Manusia (SDM), Sarana Prasarana, Sistem Informasi Pelayanan Publik, Konsultasi dan Pengaduan, serta Inovasi.

 

“Alhamdulillah kami sebagai wakil dari Kementan bisa meraih prestasi ini. Hal ini tentunya menjadi motovasi buat kami untuk lebih memberikan pelayanan prima dan terbaik bagi masyarakat,” imbuh Oloan.

 

Mencermati hasil evaluasi layanan publik, katanya, terdapat beberapa hal yang perlu diperbaiki. Pertama, penguatan kapasitas Unit Pelayanan Publik (UPP) dalam integrasi data antarlayanan. Kedua, pendekatan not business as usual untuk membangun budaya bangga melayani bangsa.

 

Ketiga, pembenahan arsitektur pelayanan publik yang lebih inklusif serta prioritas riset. Keempat, pengembangan inovasi untuk merumuskan kebijakan yang modern. Terakhir, pembangunan sistem yang adaptif.

Mencegah Stunting dengan Ikan

0

Tidak perlu panik ketika minyak goreng langka. Menurut Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Artati Widiarti, ikan yang disajikan tanpa digoreng lebih sehat dan tetap nikmat.

 

“Tak perlu kuatir dengan minyak goreng. Ikan pepes atau ikan kuah, gizinya malah lebih terjaga dan rasanya lebih nikmat,” kata Artati saat Safari Gemarikan di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Selasa (8/3/2022).

 

Artati menjelaskan, prevalensi stunting di Kediri mencapai 14,1% atau sekitar 10.600 balita. Stunting disebabkan pola makan, sanitasi, pola asuh, serta kurangnya bekal pengetahuan tentang pentingnya asupan gizi selama kehamilan.

 

Pada kesempatan tersebut, Artati memaparkan, ikan sebagai bahan pangan yang mengandung protein tinggi dan omega-3, sangat relevan sebagai salah satu sumber protein untuk mendukung program prioritas penanganan stunting, khususnya dalam hal meningkatkan kecerdasan.

 

Terlebih, ikan memiliki kandungan gizi yang lengkap juga berperan penting dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan (1.000 HPK). Utamanya, membantu perkembangan mata dan jaringan otak anak-anak di bawah usia dua tahun (baduta), asupan gizi bagi remaja usia produktif, serta para lanjut usia.

 

Selain itu, ikan juga mengandung vitamin dan mineral yang membantu meningkatkan daya tahan tubuh dan imunitas, khususnya saat menghadapi pandemi Covid-19. “Dengan mengonsumsi ikan, kita akan menjadi generasi yang sehat, kuat, dan cerdas,” urainya.

 

Wakil Bupati Kediri, Dewi Maria Ulfa menilai, konsumsi protein hewani yang berasal dari ikan sangatlah penting karena kandungan gizinya sangat baik untuk perkembangan tubuh, terutama pada anak-anak usia sekolah.

 

“Gizi ikan juga sangat baik sebagai upaya pencegahan stunting dan yang tak kalah pentingnya bahwa konsumsi ikan akan menjadikan kita awet muda,” terang Dewi.

 

Ia menambahkan, Pemkab Kediri tengah mengembangkan diversifikasi olahan ikan air tawar dan sudah ada sekitar 28 UKM yang bergerak di sektor olahan ikan. Hasilnya, ada sekitar 35 macam produk olahan mulai dari bakso lele, sempol, abon, nugget, sosis, lumpia, risoles dan sebagainya. Bahkan, ada UKM yang mengekstrak ikan gabus menjadi kapsul albumin.

 

Melalui Dinas Perikanan, Pemkab Kediri juga memfasilitasi gerai-gerai penjualan produk perikanan dengan membuka Griya Ulamku di kantor dinas dan di kampung edukasi lele.

 

“Penjualan dilakukan dengan cara online maupun offline, termasuk kegiatan paket Gemarikan juga merupakan hasil produk UKM perikanan di Kabupaten Kediri,” katanya.

 

Tak hanya di Kediri, pada Minggu (6/3/2022) Safari Gemarikan juga diselenggarakan di Kabupaten Blitar yang dihadiri Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Anggia Erma Rini. Menurut Anggia, kegiatan ini didesain untuk mengampanyekan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) kepada masyarakat, terutama untuk penanganan stunting.

 

Secara nasional kegiatan perluasan Gemarikan akan dilaksanakan di 21 provinsi mulai Maret sampai Juni 2022 dengan 55.000 paket Gemarikan.  “Diharapkan kegiatan ini dapat membantu dalam penanganan stunting dan gizi buruk, peningkatan perekonomian, serta meningkatkan konsumsi ikan di Kabupaten Blitar dan Indonesia pada umumnya, ” ulasnya.

 

Sudah Tahu Cara Membuat Pupuk dari Rumput Laut?

0

Rumput laut merupakan komoditas andalan perikanan Indonesia. Saat ini Indonesia merupakan salah satu negara penghasil dan pengekspor rumput laut terbesar di dunia.

 

Rumput laut menghasilkan banyak manfaat. Tak hanya sebagai produk pangan, farmasi, dan kosmetik, komoditas ini juga bisa dijadikan sebagai pupuk untuk menyuburkan tanaman.

 

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah melakukan riset dan membuktikannya melalui Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan (LRMPHP) Bantul, Yogyakarta. Luthfi Assadad, Kepala LRMPHP) Bantul mengatakan, peralatan pengolahan pupuk organik dari rumput laut yang telah dikembangkan yaitu pengolahan pupuk cair dan pupuk padat (granul).

 

Proses pengolahan dasar menggunakan alat pencuci sistem kontinu dengan kapasitas pencucian 100 kg/jam untuk rumput laut jenis E. cottonii dan 40-60 kg/jam jenis Sargassum sp. bertenaga listrik 3 phase 1.000 watt. LRMPHP juga memakai alat pencacah sistem kontinu berkapasitas 10 kg/jam dengan tenaga listrik 3 phase 8.000 watt.

 

Pengolahan pupuk cair menggunakan alat pengekstraksi berkapasitas 90 kg/90 menit dengan tenaga listrik 6.000 watt. Kemudian, alat pengepres berupa press hidrolik berkapasitas 10 kg/10 menit bertenaga listrik 1.000 watt.

 

Sedangkan, proses pengolahan pupuk padat memakai granulator berkapasitas 10 kg/jam berdaya listrik 3 phase 2.500 watt. Kedua, alat konvenyor berkapasitas 5 kg/jam dengan diameter drum 32 cm dan tenaga listrik 1.000 watt. Ketiga, alat pengayak berkapasitas 5 kg/jam dengan daya listrik 1.000 watt.

 

Peneliti LRMPHP, Bakti Berlyanto Sedayu menuturkan, pembuatan pupuk rumput laut cukup mudah dan dapat dilakukan oleh rumah tangga. Ada 3 cara mengolah rumput laut menjadi pupuk.

 

Cara pertama, rumput laut segar dipotong-potong kemudian direbus menggunakan air destilata. Setelah itu, air rebusannya disaring. Air hasil saringan mengandung seluruhnya ekstrak rumput laut yang dapat diaplikasikan langsung ke tanaman.

 

Cara Kedua, lanjut Bakti, seperti halnya cara pertama tapi berasal dari rumput laut yang telah dikeringkan. Rumput laut kering digiling menjadi tepung kemudian dimasukkan ke dalam air destilata dan didiamkan selama beberapa waktu.

 

Campuran rumput laut tersebut kemudian dipanaskan hingga mendidih lalu didiamkan lagi untuk beberapa waktu. Setelah itu, campuran disaring menggunakan kain saring untuk menghilangkan ampas atau padatan.

 

Sedangkan, cairan hasil saringan disentrifugasi untuk memisahkan padatan yang masih terikut. Untuk aplikasi ke tanaman, cairan ekstrak rumput laut yang didapatkan biasanya diencerkan dengan air terlebih dahulu.

 

Cara ketiga, sambungnya, rumput laut segar dicuci bersih menggunakan air keran kemudian digiling menggunakan grinder hingga lumat. Rumput laut yang telah digiling tersebut lalu ditambahkan air dan juga daging ikan rucah yang telah dihaluskan untuk meningkatkan unsur nitrogennya.

 

Campuran rumput laut tadi difermentasi atau dikompos dalam wadah tertutup selama beberapa hari. Cairan ekstrak rumput laut hasil pengomposan rumput laut dapat diambil melalui pipa yang dipasang pada blong pengomposan.

 

Aplikasi penyemprotan ke tanaman, ekstrak rumput laut ini perlu diencerkan dengan air terlebih dahulu.

 

“Berbagai hasil penelitian telah membuktikan bahwa pupuk cair rumput laut dapat mempercepat pertumbuhan tanaman, mempercepat tumbuhnya buah, bahkan membuat hasil panen holtikultura meningkat. Pupuk cair rumput laut juga memiliki khasiat tinggi untuk digunakan pada tanaman bunga,” pungkas Bakti.

Tiga Syarat Pembangunan Pertanian

0

Pertanian adalah sebuah masa depan yang pasti dibutuhkan. Pertanian tidak hanya sebatas komoditas beras, jagung, singkong, atau kopi. “Akan tetapi, banyak turunan yang bisa dihasilkan dari satu komoditas. Kalau begitu, pelajari itu,” Mentan Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam kuliah umum di Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan, Sumut.

 

Mentan memaparkan peran generasi milenial untuk pembangunan pertanian di masa depan. Ia menjelaskan, 3 syarat yang perlu diperhatikan para generasi muda dalam pembangunan pertanian.

 

Yaitu, Frame Academic Intelectual yang diisi dengan ilmu pertanian. Kedua, managemen agenda untuk meningkatkan kapasitas dan menambah literasi. Ketiga, perilaku yang baik dan berkarakter.

 

SYL menjelaskan, “Frame academic intelectual tidak terbatas lagi sekarang karena dunia terbuka dengan pertumbuhan teknologi dan informatika yang semakin canggih. Bahkan, sekarang orang bisa belajar hanya melalui gadget-nya. Jadi, modal yang paling penting yang harus dimiliki yakni kemauan dan semangatmu untuk maju.”

 

Di masa depan, ia juga meminta para generasi milenial membawa pertanian yang berdaya saing di dalam dan luar negeri, baik di sisi hulu maupun hilir dengan meningkatkan managemen pascapanen. Sehingga, kualitas produk bisa lebih bagus, menciptakan kemasan yang menarik dan menciptakan harga naik dengan akses pasar yang luas.

 

“Eramu besok tidak boleh kalah dengan anak- anak Eropa, tidak boleh kalah dengan anak-anak Amerika untuk membuat pertanian yang maju karena tidak ada lagi sekat di mana sains, riset, dan teknologi bisa diakses secara terbuka,” pesannya.

 

Dedi Nursyamsi, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) menegaskan hal yang sama. “Kementerian Pertanian melalui BPPSDMP sangat fokus mencetak generasi milenial pertanian yang andal, kreatif, profesional, inovatif, dan unggul tentunya dalam penguasaan teknologi pertanian,” ujarnya.

 

Untuk mencetak generasi petani milenial yang andal dalam mewujudkan ketahanan pangan, Yuliana Kansrini, Direktur Polbangtan Medan menjelaskan, Polbangtan Medan terus berinovasi dengan proses pembelajaran dan pelaksanaan kegiatan praktik kerja lapang (PKL).

 

“Kita melakukan kegiatan PKL bidang agrjbisnis di berbagai perusahaan/DUDI bagi mahasiswa SM IV, PKL II (mahasiswa SM VI) di berbagai BPP dan Program Pendampingan Food Estate di Kab. Humbahas yang diintegrasikan dengan Program MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka),” terangnya.

 

Dalam kegiatan pengabdian masyarakat, Polbangtan telah bekerja sama dengan berbagai instansi diantaranya, kerja sama dengan Badan Otorita Danau Toba, Dinas Pertanian Kab. Toba, Dinas Pertanian Kab. Dairi, dan lainnya.

 

“Untuk mencetak lulusan yang qualified dan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha, dunia industry, dan dunia kerja yang memiliki karakter, maka Polbangtan Medan bekerja sama dengan stakeholder untuk menerapkan TEFA sebagai metode pembelajaran,” pungkasnya.

GSRP Bantu Atasi Kelangkaan Minyak Goreng di Sulawesi

0

kelangkaan minyak goreng yang terjadi di Indonesia beberapa waktu terakhir membuat produsen ikut turun tangan menyikapi hal ini.

Salah satunya, PT Gunung Sejahtera Raman Permai (GSRP) mengambil langkah membantu mengatasi kelangkaan minyak goreng di area Sulawesi, terutama Sulawesi Barat dan Sulawesi Tengah.

 

“Kami berupaya memproduksi minyak goreng yang terjangkau oleh masyarakat sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan pemerintah,” ungkap Oka Arimbawa, Manajer Humas GSRP dalam keterangan resminya, Jumat (4/3).

 

GSRP bekerja sama dengan beberapa distributor untuk mendistribusikan minyak goreng murah kepada masyarakat. Saat ini GSRP telah bekerja sama dengan Pemprov Sulawesi Barat untuk mendistribusikan minyak goreng di tiga lokasi. Yakni di depan Kantor Gubernur, Anjungan Manakarra, dan Jalan  Poros Pasangkayu.

 

Pekan ini minyak goreng juga didistribusikan di Kabupaten Pasangkayu bekerja sama dengan Pemda, Polres, dan Kodim Pasangkayu. Untuk penyaluran migor sesuai aturan pemerintah, dalam hal ini Permendag No. 6 tahun 2022, yakni harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng curah seharga Rp11.500 per liter dan kemasan sederhana Rp13.500 per liter.

 

Sepanjang Februari 2022, GSRP telah menyalurkan minyak goreng curah maupun kemasan sederhana sebanyak 716 ribu liter. GSRP berencana untuk terus memperluas cakupan distribusinya.

 

Ke depan, imbuh Oka, pihaknya juga akan berkolaborasi dengan beberapa distributor di area Sulawesi. Terutama, di daerah Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat. Ia berharap, semakin banyak masyarakat yang merasakan minyak goreng murah dan berkualitas.

 

“Program ini merupakan bentuk dukungan PT GSRP terhadap program pemerintah dalam rangka menyalurkan minyak goreng yang sedang langka di pasar,” tutup Oka.

Strategi Indonesia dalam Pemanfaatan Kakap dan Kerapu

0

Kakap dan kerapu merupakan salah satu komoditas unggulan ekspor perikanan Indonesia. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membahas strategi pemanfaatan (harvest strategy) perikanan kakap dan kerapu di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 713.

 

Pembahasan ini dilakukan dalam konsultasi publik yang melibatkan berbagai pihak di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (2/3/2022). KKP melibatkan Panel Ilmiah Lembaga Pengelola Perikanan (LPP) WPPNRI 713, Panel Konsultatif LPP WPPNRI 713, para pelaku usaha perikanan kakap dan kerapu, serta para mitra pendukung yaitu Yayasan Rekam Jejak Alam Nusantara, Yayasan Konservasi Alam Nusantara, Asosiasi Demersal Indonesia, dan Sustainable Fisheries Partnership.

 

Ridwan Mulyana, Direktur Pengelolaan Sumber Daya Ikan, Ditjen Perikanan Tangkap KKP mengatakan, penyusunan strategi pemanfaatan ini dilakukan agar stok perikanan kakap dan kerapu dapat dipulihkan secara bertahap. Selain itu, mendukung upaya sertifikasi ekolabel yang mendorong nilai tambah produk perikanan kakap dan kerapu Indonesia.

 

“Adanya kecenderungan permintaan pasar yang terus meningkat telah menyebabkan tekanan penangkapan terhadap sumber daya kakap dan kerapu yang semakin tinggi. Sehingga untuk mempertahankan keberlanjutan sumber daya kakap dan kerapu, perlu adanya rencana pengelolaan perikanan,” jelasnya.

 

Penyusunan harvest strategy merupakan amanat rencana aksi Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) Kakap dan Kerapu. Proses penyusunan dokumen Harvest Strategy Kakap dan Kerapu di WPPNRI 713 mengacu pada Peraturan Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Nomor 17/PER-DJPT/2017 mengenai Petunjuk Teknis Penyusunan Dokumen Strategi Pemanfaatan Perikanan.

 

Konsultasi publik menghasilkan inisiasi pengelolaan perikanan kakap dan kerapu melalui pengendalian input dan output. Ada pula pengaturan zonasi dalam kawasan konservasi dengan menetapkan lokasi pemijahan dan pengasuhan kakap dan kerapu.

 

“Seluruh masukan dari konsultasi publik ini akan menjadi bahan finalisasi strategi pemanfaatan perikanan kakap dan kerapu di WPPNRI 713 yang akan ditetapkan melalui Keputusan Direktur Jenderal Perikanan Tangkap,” pungkasnya.

ON TRENDING!

Pemerintah Pastikan Stok Sapi Siap Potong Aman hingga Lebaran

0
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menegaskan, masyarakat tidak perlu khawatir dan termakan isu tentang kekurangan daging sapi.   “Stok kita masih aman hingga nanti Lebaran,”...