loader image

Penggemar film X-Men, tentu akrab dengan Wolverine, manusia mutan yang punya kekuatan super. Wolverine memiliki kekuatan super bisa memulihkan diri dengan cepat dari cedera atau trauma fisik.

Layaknya Wolverine, sorgum mutan juga punya kekuatan super dibanding sorgum pada umumnya. Seperti apa kekuatan super sorgum mutan dan bagaimana keamanannya untuk dikonsumsi?

Sorgum Mutan

Sorgum adalah salah satu jenis tanaman pangan yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan, pakan ternak, dan sumber energi alternatif. Nama latinnya Sorghum bicolor L. Moench.

Nama lokalnya macam-macam. Cantel atau jagomurti sebutan dalam bahasa Jawa, oncer dalam bahasa Madura, batar untuk bahasa Makassar, dan jageung garai dalam bahasa Minang.

Seperti Wolverine, sorgum mutan memiliki kekuatan super berupa produktivitas lebih tinggi dibandingkan sorgum umumnya.

Sorgum mutan merupakan sorgum yang ditingkatkan performanya dengan teknik pemuliaan mutasi berbasis teknologi nuklir. Performa yang diinginkan biasanya peningkatan produktivitas, lebih tahan terhadap hama dan penyakit, serta kualitas yang lebih baik daripada varietas sebelumnya.

Berbasis teknologi nuklir artinya kita menambahkan mutagen fisika berupa radiasi energi nuklir, seperti sinar gama untuk melakukan mutasi buatan (induksi mutasi) pada materi genetik tanaman. Pemuliaan mutasi ini di antaranya dilakukan oleh Pusat Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi (Patir), Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), Jakarta.

Sejak 1996 Patir, Batan sudah melakukan pemuliaan mutasi surgom. Hasilnya, ada 3 varietas sorgum mutan yang sudah dilepas ke masyarakat, yaitu Pahat, Samurai 1, dan Samurai 2.

Sorgum mutan dibentuk dengan pemuliaan mutasi berbasis teknologi nuklir.

 

Pahat dan Samurai

Sorgum varietas Pahat atau Pangan Sehat dilepas berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian (SK Mentan) Nomor 490A Tahun 2013 tanggal 19 November 2013. Pahat berasal dari benih sorgum Zhengzu asal China yang diradiasi dengan sinar gamma Cobalt-60 dosis 300 Gy.

Sorgum mutan ini awalnya bernama Zh-30 lalu dirilis dengan nama varietas Pahat. Pahat memiliki beberapa keunggulan. Yaitu, potensi hasilnya lebih tinggi, 5,8 ton/ha sedangkan Zhengzu hanya 2-3 ton/ha.

Kemudian, mengandung nutrisi yang baik untuk pangan (protein 12,8%) dan tahan terhadap penyakit karat daun. Batangnya pendek dan cocok ditanam pada musim kering.

Sisa tanaman bisa dibuat pakan ternak karena mengandung tanin yang rendah, 0,012% polifenol daripada varietas nasional yang sebesar 0,015-0,030% polifenol.

Sorgum Pahat dimanfaatkan untuk bahan pangan, pakan ternak, dan bahan baku bioetanol. Untuk pangan alternatif, Pahat bisa diolah menjadi kudapan tradisional hingga modern, seperti klepon, bakpia, pastel, kue tar, hingga pizza.

Sorgum Pahat (Zh-30) memiliki produktivitas 5,8 ton/ha. – http://batan.go.id/

Sorgum varietas Samurai 1 dilepas dengan SK Mentan No. 191/2014 tanggal 7 Februari 2014. Varietas Samurai 2 juga dirilis pada hari yang sama dengan SK Mentan No. 192/2014.

Samurai berasal dari varietas Pahat yang diradiasi sinar gamma dosis 300 Gy. Keduanya menghasilkan biomassa yang tinggi serta toleran kekeringan dan hama-penyakit.

Input budidaya Samurai juga murah karena bisa diratun. Ratun adalah tunas baru yang dibiarkan tumbuh kembali setelah pemanenan batang sorgum.

Ada tiga varietas sorgum mutan yang sudah dirilis di Indonesia. – www.agrikan.id

Samurai 1 batangnya tinggi dan besar juga produktivitasnya tinggi. Selain cocok untuk pakan ternak, varietas ini berkadar gula tinggi sehingga bagus untuk menghasilkan nira. Nira diolah lebih lanjut menjadi gula kristal, gula cair, nektar, kecap, hingga bioetanol.

Samurai 2 tidak mudah rebah dengan potensi hasil 8,5 ton/ha. Umur panen sekitar 113 hari. Potensi produksi bioetanolnya 666 l/ha sedangkan potensi produksi biomas batangnya 95,5 ton/ha.

Samurai 2 tahan terhadap penyakit busuk pelepah dan karat daun. Varietas ini bisa ditanam di lahan sawah dan tegalan serta cocok sebagai bahan industri pangan.

Sorgum mutan bisa diolah menjadi kudapan tradisional hingga modern. – https://republika.co.id/

Keamanan Mutan

Prof. Dr. Soeranto Human, M.Sc., peneliti sorgum Patir, Batan menjelaskan, sorgum mutan aman dikonsumsi karena mutasi hanya mengubah materi genetik tanaman.

“Mutasi itu aman karena di alam pun terjadi mutasi. Secara fenotipe, mutasi alami baru tampak dalam waktu sekitar 30 tahun,” jelas Soeranto seperti dikutip Agrikan.id. Mutasi pada benih sorgum dipercepat sehingga tidak harus menunggu 30 tahun.

Prof. Dr. Soeranto Human, M.Sc. (kanan), sorgum mutan aman dikonsumsi. – www.agrikan.id

Apalagi, setiap varietas mutan di dunia wajib dilaporkan ke Badan Tenaga Atom Internasional (International Atomic Energy Agency, IAEA). IAEA memiliki bank data varietas mutan atau Mutant Varieties Database (MVD).

Negara yang gencar mengembangkan sorgum melalui pemuliaan mutasi ialah China. Bill & Melinda Gates Foundation, yayasan milik pendiri Microsoft pun gencar mendukung pendanaan penelitian sorgum di Afrika. Sementara di Asia, Patir, Batan masuk tiga besar setelah China dan Malaysia yang mengembangkan varietas mutan.

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here