Panen Padi Varietas Unggul di Kalbar Hasilkan 7,2 Ton/Ha

Petani harus bisa memanfaatkan varietas unggul baru untuk mendukung panen raya.

0
18
Mentan SYL, Mempawah berpotensi meningkatkan produksi padi di atas rata-rata.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo menghadiri gelaran panen padi varietas unggul baru (VUB) Inpari 32 di Desa Kecurit, Kecamtan Toho, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Panen menggunakan teknologi dan mekanisasi itu diperkirakan mencapai 7,2 ton/ha.

“Saya bersama Pak Wagub mencoba mengoptimalisasi apa yang ada, mulai dari menata budidaya, memetik, dan mengolah. Saya selaku Mentan harus bisa men-support-nya dan menemukan berbagai potensi yang ada. Termasuk, hasil panen padi yang memuaskan,” ujar Mentan (12/9).

Menurut Mentan, Kabupaten Mempawah adalah kabupaten strategis yang memiliki kontur tanah subur dan berpotensi meningkatkan produksi nasional di atas angka rata-rata. Bahkan, di sana terdapat dukungan air yang melimpah serta posisi pintu ekspor yang sangat terbuka lebar.

“Dan saya yakin lahan di sini sumber ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Tanaman pangan menjanjikan, perkebunan menjanjikan, dan tentu saja ekspor juga sangat menjanjikan,” katanya didampingi Wakil Gubernur Kalbar, Ria Norsan dan Komisi IV DPR RI.

Penggunaan varietas unggul baru, SYL menambahkan, harus bisa dimanfaatkan petani untuk mendukung panen raya di atas 3 kali semusim. Apalagi, pertanian saat ini tidak lagi menggunakan metode lama yang akrab dengan cangkul dan lumpur.

Dalam kegiatan panen itu Kementan juga memberikan bantuan traktor dan alat mesin pertanian lainnya. “Yang paling penting dari semua ini adalah mengkorporasikan semua komponen menjadi kekuatan ekonomi yang bermanfaat bagi masyarakat,” lanjutnya.

Anggota Komisi IV DPR RI, Yessy Melania berharap dukungan dan bantuan pemerintah mampu menjadikan Kalimantan Barat sebagai provinsi lumbung pangan nasional. “Kita bangga sekali karena ketahanan pangan tetap survive (bertahan) meski Indonesia dilanda pandemi. Tentu harus ada dukungan moril dari semua pihak, jangan sampai negara kita lapar di tengah pandemi,” katanya.

Maria Lestari, Anggota Komisi IV mengungkap, kerja keras jajaran Kementan dalam menyediakan pangan patut mendapat apresiasi dari semua pihak, terutama setelah Indonesia mampu keluar dari zona merah krisis berkepanjangan melalui sektor pertanian.

“Pangan adalah isu strategis bagi negara berkembang, seperti Indonesia. Perhatian pada aspek ketahanan pangan sangat penting apalagi di saat pandemi ini hanya sektor pertanian yang diunggulkan. Selain itu, prioritas perbaikan ketahanan pangan adalah fokus utama kita dan harus jadi perhatian bersama,” tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here